Mengejutkan! Ini Penyebab Penertiban TKA Sering Bocor

Mengejutkan! Ini Penyebab Penertiban TKA Sering Bocor
Salah satu rumah makan menggunakan dua bahasa yang sering dikunjungi Tenaga Kerja Asing (TKA) di Desa Morosi, Kab. Konawe, Sulawesi Tenggara, Jumat (30/11/2016). Foto: Imam Husein/Jawa Pos

jpnn.com - JPNN.com – Upaya penertiban tenaga kerja asing (TKA) kasar di kawasan industri Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, seringkali tidak maksimal. Ada sejumlah faktor penyebab.

Bukan hanya personel pengawas keimigrasian dan ketenagakerjaan yang terbatas, para TKA unskilled job itu juga sering disembunyikan oleh oknum aparat. Tak pelak, operasi sering bocor dan gagal menjaring TKA ilegal.

Penelusuran Jawa Pos di Morosi, TKA non-prosedural yang melanggar peraturan perundang-undangan itu memang mendapat pengawasan dari kepolisian.

Setiap hari, puluhan personel polisi berseragam lengkap bergantian mengamankan kawasan di pesisir Sultra itu. Mereka berganti sip pada siang.

”Setiap hari mereka di dalam (kawasan proyek),” ujar salah seorang pekerja proyek pembangunan pabrik nikel Morosi.

Buruh kasar di proyek pengolahan mineral (smelter) milik PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ini menceritakan pengawasan TKA juga dilakukan aparat polisi berpakaian preman.

Hal itu sejalan dengan hasil pantauan Jawa Pos di kawasan pabrik milik investor Tiongkok tersebut. ”Kalau ada operasi, mereka (TKA) disuruh sembunyi ke hutan sekitar lokasi proyek,” bebernya.

Hal itu diamini Fahrudin, mantan tukang jasa antar tabung gas di kawasan industri tersebut.

JPNN.com – Upaya penertiban tenaga kerja asing (TKA) kasar di kawasan industri Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, seringkali tidak

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News