Mengenal 2 Pistol Anggota Irjen Ferdy dalam Baku Tembak, Ringan Tetapi Mematikan

Mengenal 2 Pistol Anggota Irjen Ferdy dalam Baku Tembak, Ringan Tetapi Mematikan
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto di Mapolres Jakarta Selatan, Selasa (12/7), memberi keterangan kasus baku tembak polisi di rumah Irjen Ferdy Sambo. Foto: Fransiskus Adryanto Pratama/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto mengungkapkan jenis senjata api yang dipakai oleh dua anggota polisi saat baku tembak di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7).

Budhi mengatakan kedua anggota polisi yang baku tembak itu menggunakan senjata jenis Glock 17 dan HS-9.

"(Bharada E) menggunakan Glock 17 magasin 17 butir peluru, Brigadir J 16 peluru magasin dan senjata jenis HS," kata Budhi di Mapolres Jakarta Selatan, Selasa (12/7).

Brigadir J kemudian diketahui tewas diterjang timah panas yang meluncur dari pistol Glock 17 Bharada E.

Dilansir dari laman Glock.com, Glock 17 merupakan pistol semiotomatis buatan Austria dengan kapasitas magasin maksimal 17 butir peluru berkaliber 9x19 mm.

Pistol ini memiliki panjang 204 mm dan dilengkapi dengan pengaman pelatuk.

Pistol itu apabila dalam kondisi penuh peluru bobotnya mencapai 915 gram, sedangkan dengan magasin kosong 705 gram.

Pistol Glock generasi pertama terbuat dari bahan polimer ringan dan memiliki jarak tembak efektif sejauh 50 meter.

Kedua anggota polisi yang baku tembak itu menggunakan senjata jenis Glock 17 dan HS-9.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News