Mengenal Tradisi Unik Kacang Jodoh Wakatobi di Bulan Ramadan

Mengenal Tradisi Unik Kacang Jodoh Wakatobi di Bulan Ramadan
Wakatobi memiliki tradisi unik, yaitu Kacang Jodoh yang berlangsung pada setiap Ramadan yang telah digeluti masyarakat sejak berpuluh-puluh tahun lamanya, khususnya masyarakat Wangi-Wangi. Foto: Dokumentasi Kemenparekraf

jpnn.com, WAKATOBI - Wakatobi dikenal wisatawan sebagai surga bawah laut yang begitu indah.

Destinasi wisata yang ada di Sulawesi Tenggara ini menyimpan beragam keindahan biota laut sebagai pusat segitiga karang dunia.

Setidaknya terdapat 942 jenis ikan dan 750 spesies terumbu karang.

Karena itu, tidak heran jika Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menjadikan Wakatobi sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Prioritas.

Hal ini diharapkan mampu membangkitkan ekonomi, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, membuka peluang investasi guna menghadirkan lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi masyarakat.

“Untuk Kabupaten Wakatobi, jika melihat realisasi investasi nasional memang berdampak cukup baik. Karena itu realisasi investasi di sektor pariwisata harus semakin ditingkatkan, karena wilayah Wakatobi memiliki alam yang indah serta kekayaan laut yang luar biasa," ujar Sandiaga.

Selain kekayaan alamnya, Wakatobi juga memiliki tradisi unik yang berlangsung pada setiap Ramadan.

Tradisi tersebut bernama Herapo-rapo atau masyarakat menyebutnya pula sebagai tradisi Kacang Jodoh.

Selain kekayaan alamnya, Wakatobi juga memiliki tradisi unik, yaitu Kacang Jodoh yang berlangsung pada setiap Ramadan. Seperti apakah tradisi Kacang Jodoh ini?

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News