Mengharukan, Kalimat Terakhir Gemma untuk Mamanya

Mengharukan, Kalimat Terakhir Gemma untuk Mamanya
Kerabat korban pembunuhan berada di lokasi rumah korban pembunuhan di Pulomas Utara, Jakarta, Selasa (27/12/2016). Foto: HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS

Ketika petugas kepolisian masuk ke rumah Dodi sekitar pukul 10.00 kemarin, Tasrok ditemukan masih bernapas.

Dia bersama Zanette dan empat korban selamat lain pun segera dibawa ke Rumah Sakit Kartika Pulomas. Namun, di tengah jalan Tasrok meregang nyawa.

Dia tidak kuasa menahan sakit lantaran berjam-jam disekap di dalam kamar mandi berukuran dua meter persegi bersama sepuluh korban lainnya. "Saya sampai (di rumah Dodi) baru dibuka polisi," ucap Endah, 29.

Warga yang tinggal di bilangan Rawamangun itu tidak lain adalah isteri Tasrok. Berdasar penuturan Endah, Tasrok memang jarang pulang.

Sebab, dia selalu menginap di rumah Dodi. Sekitar pukul 17.00 pada hari kejadian, dia sempat menghubungi suaminya.

Namun, nomor telepon seluler (ponsel) pria berusia 40 tahun itu sudah tidak aktif. Pikir Endah, Tasrok tengah diajak majikannya ke luar rumah.

Namun, sampai kemarin pagi tidak kunjung ada kabar dari Tasrok. Lantaran tidak enak hati, dia bergegas bertolak ke tempat kerja suaminya. "Saya datang ternyata sudah ramai," ungkap Endah.

Meski tidak terucap, sorot mata Endah menunjukan kesedihan mendalam. Dia hanya bisa pasrah dan berdoa yang terbaiki untuk suami tercinta.

JPNN.com – Suasana di Rumah Sakit Kartika Pulomas, Jakarta Timur Selasa sore (27/12), terasa begitu memilukan. Tangis Almyanda Saphirra pecah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News