Mengikuti Ekspedisi Harta Karun di Dasar Laut Mentawai

Satu Guci Saja Bisa Bernilai Rp 200 Juta

Mengikuti Ekspedisi Harta Karun di Dasar Laut Mentawai
EKSPEDISI HARTA KARUN-Dua orang penyelam mengumpulkan semua temuan untuk diangkat dari dasar laut dan diteliti. Foto: Iswanto JA/ Padang Ekspres/JPNN
 

Di beberapa dek kapal, sudah ada lubang yang bisa dimasuki tangan untuk mengambil benda-benda di dalamnya. Beberapa anggota tim penyelam pun mulai merogoh setiap lubang. Hasilnya, sebagian di antara mereka membawa tulang belulang, pecahan piring, gelang kuningan, koin logam, serta benda mirip piala.

 

Benda-benda bercampur tanah yang bisa dikumpulkan itu dimasukkan ke ember. Semua temuan tersebut diharapkan bisa membawa petunjuk baru untuk diteliti BBIP. Setelah sekitar 40 menit, tim mengakhiri penyelaman.

 

Total sejak melakukan penyelaman setahun lalu, tim ekspedisi BBIP berhasil mengumpulkan seratusan benda kuno dalam berbagai ornamen. "Kalau guci ini, setelah saya survei di internet, tanya ke teman-teman, dan dilihat di sejumlah museum, harganya bisa sampai Rp 200 juta," jelas Mak Itam sembari menunjuk guci yang baru saja didapatkan seorang anggota tim penyelam.

 

Semua benda yang ditemukan selama ekspedisi disimpan di Kantor BBIP Sikakap. Meski ekspedisi untuk mengeksplorasi kekayaan bawah laut Mentawai itu tak murah, Hardimansyah dan tim tak pernah tergoda untuk melego harta karun tersebut.

Menyusul penemuan sebuah kapal kuno, tim Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Benih Ikan Pantai (UPTD BBIP) Sikakap berupaya menguak kekayaan bawah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News