Meninggal Setelah Koma 8 Hari

Duka Mendalam Sepak Bola Kaltim

Meninggal Setelah Koma 8 Hari
PENGHORMATAN TERAKHIR- Jenazah gelandang Bontang PKT Jumadi Abdi ketika akan dimasukkan ke dalam liang kubur di Pemakaman Taman Merdeka, Balikpapan, Minggu (15/3). Foto: THOMAS D PRIYANDOKO/KALTIM POST
Dan yang paling merasa kehilangan dari pekerja keras macam Jumadi Abdi adalah pelatih Fachri Husaini. Selain harus kehilangan stok pemain tengah, ia juga mengaku sangat kerja keras Jumadi kerap menjadi inspirasi pemain lainnya. Meski bersamanya di Bontang PKT belum sekalipun kemenangan digapai, namun ia tidak pernah absen menurunkan pemain tersebut, meski sebagai cadangan. Namun meninggalnya Jumadi menjadikan stok pemain tengah Bontang PKT kian tipis. Ini juga akan membuat beban tim yang dibesarkan perusahaan pupuk terbesar ini akan semakin berat menghindari zona degradasi.

"Ini cobaan berat bagi kami. Namun apa yang sudah dikorbankan Jumadi akan menjadi penambah semangat kami menjalani pertandingan selanjutnya. Dan pengorbanannya tidak akan sia-sia," tutur Fachri Husaini.

Dan untuk memberikan penghormatan kepada Jumadi, sebelum pertandingan di Stadion Pendidikan Wamena, pemain Bontang PKT melakukan prosesi menundukkan kepala selama 1 menit. Selain pita hitam juga dikenakan sebagai tanda berkabung. Dan malam harinya, usai salat isa, pemain yang beragama Islam melakukan doa bersama dan salat gaib. (***)

MINGGU (15/3) menjadi hari duka bagi sepak bola Kaltim. Satu putra terbaik Banua Etam,  Jumadi Abdi harus menghadap Yang Kuasa setelah 8 hari


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News