Meninjau Layanan Pendidikan Anak-Anak WNI di Davao, Filipina (1)

Bangga 31 Tahun Jadi Guru Honorer di Sekolah Indonesia

Meninjau Layanan Pendidikan Anak-Anak WNI di Davao, Filipina (1)
BAHAGIA: Agustina Dedal di tengah para siswa di Sekolah Indonesia Davao, Filipina. Foto: Hilmi Setiawan/Jawa Pos
Terlepas dari urusan status PNS dan penghasilan, Dedal mengaku sudah bisa menerima keadaan. Jika sewaktu-waktu diberhentikan sebagai guru karena usianya yang terus merambat tua, dia akan menerima. Apalagi setelah mengetahui banyak muridnya yang kini berhasil menjadi "orang".

 

Ibu Michael Dedal dan Immanuel Dedal tersebut mengungkapkan, banyak alumnus SID yang sudah sukses. Misalnya, menjadi diplomat di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Filipina atau menjadi staf di KJRI Davao. Ada pula yang menjadi pendeta atau profesional di Arab Saudi. "Saya bangga mendengar murid-murid saya berhasil dalam kehidupannya," tegas Dedal. (*/bersambung/c5/ari)

Nasib guru honorer yang memprihatinkan ternyata juga dialami guru-guru tidak tetap yang mengabdi di luar negeri. Salah satunya adalah Agustina Dedal


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News