Menjelang Iduladha, Mendagri Tito Minta Pemda Pantau Harga Barang dan Jasa

Menjelang Iduladha, Mendagri Tito Minta Pemda Pantau Harga Barang dan Jasa
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kemendagri, Selasa (20/6). Foto: Dok Kemendagri

jpnn.com, JAKARTA - Mendagri Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) memantau harga barang dan jasa di wilayah masing-masing menjelang perayaan Iduladha.

Ia menegaskan pemerintah harus mewaspadai perubahan pola permintaan barang dan jasa menjelang hari besar tersebut.

"Kita akan menghadapi hari besar, sebentar lagi Iduladha tanggal 28 atau 29 Juni, 9 atau 10 hari lagi. Ini pasti akan mengubah pola permintaan, demand, sehingga juga akan dapat mengubah keadaan harga barang dan jasa," ujar Tito dalam keterangan tertulis, Senin (19/6/2023).

Tito pun meminta semua pihak harus dapat mengantisipasi lonjakan harga, terutama hari-hari besar seperti hari raya Iduladha, untuk menjaga stabilitas harga-harga dan jasa.

Dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kemendagri, itu Tito menjelaskan pola konsumsi Idulfitri masih lebih tinggi dibanding Iduladha jika dilihat dari penyumbang angka inflasi.

Berdasarkan pengalaman, penyumbang inflasi pada perayaan Iduladha tetap pada komoditas harga cabai dan bawang merah.

"Pengalaman tahun-tahun lalu yang dominan penyumbang inflasi pada perayaan Iduladha tetap pada komoditas cabai dan bawang merah," jelasnya.

Namun, dalam pandangan Mendagri harga hewan kurban seperti sapi dan kambing masih perlu diwaspadai karena selalu ada kenaikan dari tahun ke tahun.

Mendagri Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) memantau harga barang dan jasa di wilayah masing-masing menjelang perayaan Iduladha.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News