Menkes: Dera Meninggal karena Bayi Prematur

Menkes: Dera Meninggal karena Bayi Prematur
Menkes: Dera Meninggal karena Bayi Prematur
JAKARTA--Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi membantah bayi Dera Nurr Anggraini meninggal karena tak tertolong setelah ditolak 10 rumah sakit di Jakarta.

Menurut Nafsiah, kondisi Dera sebagai bayi prematur dengan berat 1 kilogram menjadi salah satu indikasi ia tak dapat bertahan hidup.

Pasalnya, Dera belum memiliki alat pernafasan yang berkembang baik. Ia membutuhkan alat bantu yang disebut resperator untuk bantuan pernapasan bayi prematur. Namun di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), fasilitas alat itu kurang sehingga orangtuanya harus mencari hingga ke beberapa rumah sakit.

"Dia juga ada kelainan pernapasan sehingga survivalnya kurang. Kondisinya buruk. Anaknya sih tidak dibawa kiri kanan, keluarganya yang keliling mencari tempat dan memang full. Di RSCM ada 10 tempat untuk ICCU bayi .Neonatal, full semua. Begitu juga RS Anak dan Bunda, RS Pertamina semua full," ujar Menkes usai mengikuti Sidang Kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (18/2).

JAKARTA--Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi membantah bayi Dera Nurr Anggraini meninggal karena tak tertolong setelah ditolak 10 rumah sakit di Jakarta.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News