Kamis, 20 Juni 2019 – 10:58 WIB

Menkes Ungkap Penyebab Meninggalnya Ratusan Petugas KPPS

Selasa, 14 Mei 2019 – 15:38 WIB
Menkes Ungkap Penyebab Meninggalnya Ratusan Petugas KPPS - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek akhirnya mengungkap penyebab kematian ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara atau KPPS, pascapencoblosan Pemilu 17 April 2019.

Dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Selasa (14/5), Nila memastikan jajarannya sudah berupaya mengambil langkah yang diperlukan menyikapi peristiwa itu. Mulai dari penerbitan surat edaran untuk kepala dinas kesehatan seluruh Indonesia, hingga membantu penanganan di lapangan.

Dalam prosesnya, petugas kesehatan di seluruh provinsi diminta melakukan audit medik terhadap petugas KPPS yang meninggal di rumah sakit (RS). Di mana angkanya sekitar 39 persen dari total 485 petugas yang meninggal. Kemudian ada 10.997 orang yang sakit.

BACA JUGA: Ratusan Anggota KPPS Meninggal, Menkes Klaim Punya Data Audit Medis

Nila juga menyebutkan bahwa jajarannya berhasil menghimpun data dari 25 provinsi. Dari situ diketahui bahwa petugas KPPS terbanyak menderita sakit berada di Jakarta dan Banten. Sedangkan angka kematian terbanyak berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah.

"Kematian ini 51 persen disebabkan oleh penyakit kardiovaskular atau jantung, termasuk di dalamnya ada stroke, termasuk infat atau sudden death. Kalau ditambah dengan hipertensi, yaitu 53 persen. Jadi hipertensi ini yang emergency juga bisa menyebabkan kematian. Kita masukkan ke dalam kardiovaskuler," ucap Nila.

Penyebab kematian petugas KPPS tertinggi kedua juga disebabkan gagal pernafasan atau respiratori yang bisa disebabkan asma. Ketiga disebabkan kecelakaan sebesar 9 persen.

"Ada gagal ginjal, diabetes melitus dan penyakit liver. Jadi dalam hal ini, data yang masuk memang belum total. Kami tetap mendorong agar kepala dinas kesehatan mengumpulkan data tersebut. Ini yang disebut audit medik," terangnya. (fat/jpnn)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar