Jumat, 24 Mei 2019 – 02:01 WIB

Menko PMK Jamin Distribusi KIP untuk Yatim Piatu

Kamis, 26 Januari 2017 – 12:06 WIB
Menko PMK Jamin Distribusi KIP untuk Yatim Piatu - JPNN.COM

Presiden Joko Widodo membuka Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (26/1). Foto-foto: source for JPNN.com

jpnn.com -Jaminan pendidikan buat anak yatim piatu di Tanah Air menjadi perhatian serius pemerintah. Dalam Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (26/1), terungkap bahwa ratusan ribu anak yatim piatu menjadi sasaran penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Hal tersebut diungkap Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, saat menyampaikan laporan pelaksanaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2017 kepada Presiden Joko Widodo.

Dalam acara yang akan diselenggarakan selama tiga hari, mulai tanggal 25 hingga 27 Januari nanti, Puan menjelaskan bahwa ada tiga hal tiga hal penting yang akan dibahas.

Pertama, peningkatan pemerataan layanan pendidikan meliputi optimalisasi program Indonesia Pintar (PIP) dan optimalisasi pendidikan dan kebudayaan dari pinggiran.

Kedua, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing yang mencakup implementasi kurikulum 2013, penguatan pendidikan karakter, peningkatan daya saing melalui pendidikan kejuruan dan keterampilan, peningkatan kualitas dan tata kelola guru dan tenaga kependidikan serta penguatan sistem penilaian.

Ketiga adalah penguatan tata kelola pendidikan dan kebudayaan yang mencakup sinergi pusat dan daerah dalam pelaksanaan UU Nomor 23 Tahun 2014 serta penguatan kelembagaan dan tata kelola satuan pendidikan dan kebudayaan.

Kepada Presiden Jokowi, Puan mengatakan dalam pembukaan rembuk ini hadir sebanyak 2.844 anak yatim piatu dari panti asuhan se-Jabodetabek, yang akan menjadi penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Anak-anak yatim piatu ini merupakan bagian dari sasaran penerima KIP tahun 2017 yang ditargetkan sebesar 16,4 juta siswa dari keluarga miskin, termasuk peserta didik yatim piatu dari sekolah maupun panti sosial/panti asuhan,” tutur Puan.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar