Minggu, 24 Juni 2018 – 15:56 WIB

Menperin Targetkan Nilai Ekspor Furniture USD 5 Miliar

Minggu, 17 April 2016 – 02:55 WIB
Menperin Targetkan Nilai Ekspor Furniture USD 5 Miliar - JPNN.COM

Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin. FOTO: JPNN.com

JAKARTA – Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengungkapkan perkembangan industri furnitur di Indonesia mengalami kemajuan yang signifikan beberapa tahun terakhir ini. Nilai ekspor furnitur kayu dan rotan Indonesia pada 2013 mencapai USD 1,8 miliar. Pada 2014 bertambah menjadi USD 1,9 miliar dan meningkat lagi menjadi USD 2 miliar di 2015.

“Kami berharap nilai ekspor furniture kayu dan rotan olahan dalam lima tahun ke depan akan mencapai USD 5 miliar. Komposisi ekspor furniture Indonesia dilihat dari segi bahan baku masih didominasi oleh bahan baku kayu (59,5%), metal (8,1%), rotan (7,8%), plastik (2,3%), bambu (0,5%), dan lain-lain (21,3%),” ungkap Menteri Saleh, Sabtu (16/4).

Guna meningkatkan SDM di bidang furnitur, lanjutnya, Kementerian Perindustrian telah menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Bidang Ukiran Kayu (12 unit kompetensi) dan akan terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan.

Merujuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019, arah kebijakan sektor industri turut menyasar penumbuhan populasi industri dengan menambah paling tidak sekitar 9 ribu usaha industri berskala besar dan sedang. Sebanyak 50 persen tumbuh di luar Jawa serta tumbuhnya Industri Kecil sekitar 20 ribu unit usaha.

Begitu pula pengembangan perwilayahan industri di luar Pulau Jawa didorong yaitu pada wilayah pusat pertumbuhan industri terutama yang berada dalam koridor ekonomi; kawasan peruntukan industri; kawasan industri; dan sentra industri kecil dan menengah (IKM).

Kemenperin juga membangun 22 sentra industri kecil dan menengah (SIKIM) yang terdiri dari 11 di kawasan timur Indonesia (khususnya Papua, Papua Barat, Maluku, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur), dan 11 di kawasan barat Indonesia.(esy/jpnn)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar