Mentan Minta Daerah Lain Contoh Maluku, Begini Arahan SYL

Mentan Minta Daerah Lain Contoh Maluku, Begini Arahan SYL
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak para kepala daerah di Indonesia untuk memperkuat penyerapan KUR. Foto: Humas Kementan.

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak para kepala daerah di Indonesia untuk memperkuat penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian secara masif dan berkelanjutan.

Menurutnya, percepatan KUR penting dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pangan lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Mengenai hal ini, Mentan mencontohkan penyerapan KUR di Provinsi Maluku sejauh ini sudah berjalan dengan baik, di mana terjadi peningkatan daya serap antara pelaku usaha dengan gabungan kelompok tani.

Oleh Karena itu, Maluku bisa menjadi contoh dalam melakukan percepatan dan penyerapan.

"Yang penting itu konsepsinya harus jelas, Pak Gubernur dan Pak Bupati. Harus berskala ekonomi dan berkelanjutan. Minimal 1 hektare itu bisa 7 ton. Karena itu mainkan terus KUR di wilayah kerja masing-masing," ujar SYL saat menggelar Rapat Percepatan Penyerapan KUR Sektor Pertanian bersama para kepala daerah Provinsi Maluku yang digelar secara virtual di ruang Agriculture War Room (AWR) Kementan, Rabu (28/7).

Mentan mengatakan program KUR sudah terbukti memiliki keuntungan besar yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan. Misalnya, dari total luas tanam 1 hektar, keuntungan yang didapat bisa mencapai Rp 10 hingga Rp 15 juta dalam sekali panen.

"Penghasilan sebesar itu di luar pengeluaran lain seperti makan, minum, dan lain-lain. Jadi saya bisa pastikan 10 juta itu penghasilan bersih. Kenapa? Karena dengan KUR akselerasinya lebih kuat dan lebih cepat. Kita tahu dalam 2 tahun saya jadi menteri tidak ada impor beras, Pak, Bu," katanya.

Mentan berjanji, ke depan pihaknya akan menambah alokasi tambahan dana KUR Maluku menjadi kurang lebih Rp 1 triliun.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak para kepala daerah di Indonesia untuk memperkuat penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian secara masif dan berkelanjutan.