Menteri Bahlil Turun Langsung Lobi 6 Perusahaan Jerman, Banyak Kabar Baik

Menteri Bahlil Turun Langsung Lobi 6 Perusahaan Jerman, Banyak Kabar Baik
Pertemuan Menteri Investasi/Kepala BKPM RI Bahlil Lahadalia dengan BASF di Jerman, 7 Oktober 2021. Foto: ANTARA/HO-KBRI Berlin

Menteri Bahlil juga bertemu dengan SEW Eurodrive yang memproduksi teknologi penggerak untuk mesin-mesin industri dan berencana untuk membuka industri manufaktur mereka di Indonesia yang direncanakan pada 2023-2024 sudah dapat membangun pabrik dan berproduksi di Indonesia.

Dalam pertemuan dengan SEW Eurodrive, Menteri Investasi mendorong untuk mempercepat keputusan pendirian pabrik SEW Eurodrive di Indonesia dan memanfaatkan pasar Indonesia dan Asia Tenggara, serta memanfaatkan transformasi industrialisasi Indonesia yang akan banyak membutuhkan peralatan mesin industri.

Sedangkan dalam pertemuan dengan BASF, Menteri Bahlil menyambut baik rencana BASF untuk mendirikan industri pemurnian nikel sebagai bagian dari komponen untuk pembuatan baterai bagi mobil listrik.

Bahlil mendorong BASF agar meningkatkan investasinya setidaknya hingga memproduksi bahan baku baterai kendaraan listrik, dan akan lebih baik jika BASF bisa berinvestasi dari hulu hingga hilir dalam produksi baterai untuk mobil listrik.

Insentif pengurangan tarif pajak ekspor hingga fasilitas lainnya yang dapat diberikan pemerintah Indonesia untuk tingkatan jenis investasi yang dilakukan BASF menjadi tawaran yang dapat dipertimbangkan BASF untuk meningkatkan nilai kompetitif produknya.

Kembali bertemu dengan VW setelah pertemuan virtual pada April, Menteri Investasi mendorong VW untuk berinvestasi di Indonesia dan memproduksi prekursor katoda baterai kendaraan listrik sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik dan kendaraan listrik mereka yang sudah ada di beberapa negara.

Selain bertemu dengan perusahaan di sektor industri kesehatan, teknologi, dan kendaraan, Menteri Investasi juga bertemu dengan Fairventures Social Forestry yang berfokus pada reforestasi hutan dan pengolahan hasil kayu sebagai bahan baku pembangunan rumah di pasar Eropa.

Saat ini Fairventures tengah dalam proses peluasan lahan reforestasi dan membangun pabrik pengolahan kayu di Bangka Belitung seluas 10 ribu hektare. Sebelumnya, perusahaan ini sukses melakukannya di Kalimantan Tengah sebanyak 1 juta pohon di lahan 2.000 hektare pada 2016.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia bertemu dengan sejumlah pengusaha Jerman untuk bahas investasi di Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News