JPNN.com

Menteri LHK Lebih Cerewet ke Anak Buah di Periode Kedua

Kamis, 31 Oktober 2019 – 16:40 WIB Menteri LHK Lebih Cerewet ke Anak Buah di Periode Kedua - JPNN.com
Menteri LHK Siti Nurbaya bersama Wamen LHK Alue Dohong. Foto: Humas KLHK

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengingatkan kepada seluruh jajaran di kementeriannya untuk bekerja serius melayani kepentingan publik.

Terlebih lagi KLHK pada saat ini secara organisasi dan kepemimpinan bersifat melanjutkan dari pemerintahan Presiden Joko Widodo di periode sebelumnya.

"Kerja harus serius. Jangan lalai dan lemah menjaga kedaulatan negara. Apalagi menyalahgunakan wewenang untuk hal yang tidak benar. Saya pasti akan lebih cerewet lagi pada periode ini,” kata Siti Nurbaya dalam rapat Teknis Operasional Percepatan Implementasi Program-Program Hints KLHK bersama unsur pimpinan dan perwakilan UPT seluruh Indonesia di Manggala Wanabhakti, Jakarta, Rabu (30/10).

KLHK membahas secara spesifik soal TORA, Reforma Agraria, Perhutanan Sosial, Mitra Konservasi, HTI/HTR, kebakaran hutan dan lahan, Ibu Kota Negara, Carbon Credit and Trade, Pilah Sampah, Sistem penunjang efektifitas dan percepatan, sistem komunikasi publik, sistem pembinaan daerah, sistem logbook, Proklim, dan lainnya.

"Perintah Presiden sangat serius dan harus ditaati, serta disikapi dan dijalankan oleh seluruh jajaran, karena ini kesempatan bagi kita untuk memperbaiki kekurangan dan menyempurnakan pekerjaan, baik konsep maupun operasional," katanya.

Menteri Siti menegaskan kembali fokus kerja harus sesuai dengan visi dan misi Presiden, dengan pijakan ideologis menuju Indonesia Maju. Salah satunya mencapai lingkungan hidup berkelanjutan, melalui pengembangan kebijakan tata ruang terintegrasi, mitigasi perubahan iklim, penegakan hukum, dan rehabilitasi lingkungan hidup.

Untuk kebijakan tata ruang secara berkeadilan di antaranya dengan melanjutkan kebijakan satu peta untuk menghindari tumpang tindih penggunaan ruang, pengendalian, dan pengawasan kepatuhan pelaksanaannya serta menindak tegas penyimpangan.

Terkait mitigasi perubahan iklim akan terus memperkuat pencegahan kebakaran hutan, penanaman kembali lahan kritis, pengembangan energi baru terbarukan berbasis potensi setempat serta ramah terhadap lingkungan.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...