Menteri Malaysia Puji Kebijakan Nadiem Makarim soal UN

Menteri Malaysia Puji Kebijakan Nadiem Makarim soal UN
Menteri Pendidikan Malaysia Dr Maszlee Bin Malik (Berdasi memuji Nadiem Makarim soal penghapusan UN. Foto: Antara /Agus Setiawan).

"Kami tidak ada ujian wajib tetapi yang kami adakan adalah penilaian secara terintegrasi kepada setiap murid. Ini yang berlaku di negara-negara maju. Jadi pada peringkat tiga tahun di awal kami tumpukan pada membaca malah dalam sekolah-sekolah Malaysia kami adakan sudut-sudut pidato di mana setiap murid akan dinilai kemahirannya berpidato di khalayak umum sama halnya yang kecil bacaan mereka," terangnya.

Dia mengatakan apa yang mereka baca dibagikan oleh guru untuk dinilai secara bertahap sehingga pada penghujungnya anak-anak tidak sekedar bisa membaca tetapi faham apa yang mereka baca dan mampu mengolahkan apa yang mereka baca.

"Selain itu mereka mempunyai kemahiran kritikal mampu menilai apa yang mereka baca dan sejauh mana keperluan bagi kehidupan mereka. Ini yang paling dasar," ujarnya.

Yang kedua, lanjut dia untuk menggalakkan budaya membaca pihaknya meminta kepada semua pihak di kementerian untuk melakukan penilaian kepada pejabatnya (pegawai) untuk kenaikan pangkat harus disertai dengan bahan bacaan mereka.

"Buku apa yang telah mereka baca dan konteks bahan bacaan juga penting, kami tidak menafikan konten fiksi karena bermanfaat untuk membangun ruang kreatif tetapi juga bacaan fakta atau saintifik," sebutnya.

Karena itu bagi anak-anak SD, ujar dia diutamakan literasi saintifik dan keutamaan mereka berpikir.

Dalam hal ini secara saintifik karena jika tidak dibiasakan maka mereka akan kesulitan menyelesaikan masalah secara keilmuan.

"Jadi dari awal kami ingin membangun santifik mindset atau saintifik mentality," katanya. (antara/jpnn)

Mendikbud Nadiem Makarim ingin menghapus UN dan menggantinya dengan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter.


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News