Menurut Novel Baswedan, Ini Kekonyolan yang Perlu Dipublikasikan

Menurut Novel Baswedan, Ini Kekonyolan yang Perlu Dipublikasikan
Penyidik senior KPK Novel Baswedan saat diwawancari di Masjid Alfalah, Singapura, Jumat (12/07/2017). Foto: Imam Husein/Jawa Pos

jpnn.com, SINGAPURA - Hingga kini polisi belum berhasil mengungkap pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan. Penyidik senior KPK itu mempertanyakan kinerja kepolisian.

Kepada wartawan Jawa Pos Agus Dwi Prasetyo dan Imam Husein, Novel yang kini dirawat di Singapore General Hospital membeberkan sejumlah kejanggalan penanganan perkara yang dilakukan polisi. Berikut petikannya.

Sampai sekarang polisi belum berhasil mengungkap pelaku kasus penyerangan terhadap Anda. Seperti apa sebenarnya yang terjadi?

Coba sekarang cara berpikir kita dibalik. Kewajiban saya adalah melakukan tugas sebagai aparatur negara. Itu sudah saya lakukan dan ke depan saya akan tetap lakukan.

Saya tetap fokus melakukan itu dengan sekuat dan sekeras mungkin saya bisa. Kejadian ini tidak membuat saya gentar. Tidak membuat saya takut.

Lalu apa korelasinya dengan cara berpikir terbalik itu?

Soal ada permainan (di balik kasus penyiraman, Red) dan ada hal yang tidak diungkap (polisi), itu masalahnya bukan di saya. Itu masalahnya harus dipandang dari sisi yang lebih besar.

Ini negara. Negara punya aparatur, di antaranya saya. Dan saya diserang. Sekarang yang seharusnya marah siapa? Negara. Presiden mewakili negara sudah marah dan perintahkan ungkap kasus ini. Tapi tidak diungkap.

Hingga kini polisi belum berhasil mengungkap pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan. Penyidik senior KPK itu mempertanyakan kinerja kepolisian.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News