Menurut Ratu, Kerja Berantas Pengaturan Skor Harus Rahasia

Menurut Ratu, Kerja Berantas Pengaturan Skor Harus Rahasia
Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria. Foto: Indra Eka/JawaPos.com

Atas dasar itu, Tisha berharap pada 15 Januari ini beberapa pihak bisa urun rembuk bersama AFC. Terutama dari kepolisian yang berarti diwakili Satgas Anti Mafia Bola. ’’Kami akan mengundang sejumlah pihak juga, kami berharap bisa datang,’’ paparnya.

Perempuan kelahiran 30 Desember 1985 itu menjelaskan bahwa dalam pertemuan itu nanti, sejumlah pihak termasuk Satgas Antimafia Bola bisa mengerti bagaimana mekanisme dari hukum sepak bola. Juga di dalamnya ada teknis serta respons yang sesuai. Menurutnya, kerja untuk memberantas match fixing itu sifatnya rahasia.

Jadi, seharusnya informasi yang ada mengenai match fixing diproses terlebih dahulu sesuai dengan hukum sepak bola. Kemudian ditindaklanjuti oleh Komite AdHoc lebih dulu.

Apabila nanti di dalamnya terdapat pelanggaran-pelanggaran kriminal dan pidana, baru Satgas Anti Mafia Bola masuk.

Perempuan kelahiran Jakarta, 30 Desember 1985 itu Tisha menambahkan bahwa nantinya Komite AdHoc bakal diisi oleh beberapa perwakilan dari 12 komite di PSSI. Alasannya, tentu terkait integritas berdasarkan spesialisasi dalam sepak bola. ’’Mungkin nanti ada beberapa MoU dengan pemerintah, kepolisian serta yang lain,’’ ucapnya.

BACA JUGA: Satu Lagi Kasus Pengaturan Skor di Liga 2 Bakal Terkuak

Sementara itu, anggota Exco PSSI Yoyok Sukawi membenarkan bahwa pembentukan Komite AdHoc itu telah berjalan. Namun, dia sendiri tidak tahu sejauh ini perkembangannya seperti apa. Sebab, keseluruhan yang membahas hal tersebut adalah Sekjen PSSI.

’’Harusnya pekan-pekan ini sudah ditunjuk siapa yang akan mengisi. Kalau mau lebih jelas ke sekjen saja,’’ katanya. (rid/ham)

PSSI sudah menuju tahap pembentukan Komite AdHoc dan sesegera mungkin menangani kasus pengaturan skor.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News