Menyaksikan Serunya Perayaan 125 Tahun Orang Jawa di Suriname (1)

Mulai Joged Sikep sampai Door Prize Nasi Rames

Menyaksikan Serunya Perayaan 125 Tahun Orang Jawa di Suriname (1)
BERI PERHATIAN: First Lady Presiden Suriname Inggrit Waaldring yang didampingi istri Dubes RI di Suriname Ny Supratikto mengunjungi stan-stan makanan. Foto: Arief Santosa/Jawa Pos

Maklum, aneka makanan khas Jawa dijajakan. Misalnya, stan milik Argyll Legiran. Pengunjung bisa merasakan nikmatnya nasi berkat komplet bikinan bapak satu anak itu. Menunya terdiri atas nasi rames, nasi kuning, soto, gudangan, pecel, gule sapi, sate ayam, bakso, lontong tahu, dan bakmi goreng.

Jajanan yang disajikan berupa lemper, lepet, mendut, ireng-ireng, kukis, apem, bakwan jagong, martabak, dan kue lapis Surabaya. Untuk minuman, Argyll menyuguhkan es campur dan es cendol.

Tidak jauh berbeda, di stan Ibu-Ibu Pengajian ’’Hidajaatulloh’’, dijajakan berbagai jajanan pasar ’’Jowo banget’’. Misalnya, klepon, rujak, risoles, boyo, cenil, es dawet, dan es cao. Hebatnya, seluruh stan laris manis. Hingga pukul 16.00, tidak ada yang tersisa.

Pengunjung yang beruntung mendapatkan door prize dari panitia berupa voucher makan nasi rames di Restoran Sarinah (milik orang Jawa), baju kebaya, hingga tiket pesawat domestik dari sponsor.

’’Kami bisanya hanya nyengkuyung (mendorong) masyarakat Jawa di Suriname untuk terus maju. Selain dengan kegiatan-kegiatan seperti ini (bazar), kami sedang mendorong para pengusaha untuk menguatkan jejaring dengan pengusaha Indonesia,’’ ujar Dubes Dominicus Supratikto kepada Jawa Pos.

Menurut dia, sudah banyak kemajuan yang dicapai warga Jawa dalam 125 tahun keberadaan mereka di Suriname. Baik di bidang usaha maupun politik pemerintahan. Di bisnis, misalnya, saat ini ada pengusaha instalasi listrik terbesar di Suriname. Dia adalah Gimardo Kromo Suto. Mantan menteri dalam kabinet lalu itu juga pernah menduduki direktur Bank Tabungan Suriname.

Lalu, ada Elwin Atmodimejo, managing director Solve IT, yang kini juga menjabat presiden Rotary Club Suriname. Ada pula Ny Bajuri, direktur Bank Trust Suriname; dr Rasaam, importer jamu-jamuan dari Indonesia (Sidomuncul dan Borobudur); serta Sudijono (bidang usahanya banyak).

Belum lagi, di politik pemerintahan, orang Jawa cukup maju, meski dalam perkembangannya di antara mereka saling menjegal. Saat ini, di parlemen, orang Jawa diwakili sembilan orang. Mereka berafiliasi di Partai Pertjaja Luhur (Paul Somoharjo, Raymon Sapoen, William Waidu, dan Inggrit Karta). Yang lain bergabung di partai pemerintah, NDP (Nationale Demokratische Partij). Yakni, Yeni Warso Dikromo, Reycki Kromodiharjo, Remy Tarnadi, Glen Sapoen, serta Ella Samidin.

Pada 9 Agustus nanti, genap 125 tahun orang keturunan Jawa hidup di tanah rantau Republik Suriname. Banyak kemajuan yang telah dicapai. Berikut laporan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News