Menyiapkan Talenta Digital, Menyongsong Peradaban 5G

Oleh: Bambang Soesatyo, Ketua MPR RI

Menyiapkan Talenta Digital, Menyongsong Peradaban 5G
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet. Foto: Humas MPR RI

Era otomasi dan digitalisasi menyebabkan permintaan dan kebutuhan tenaga kerja berubah. Teori manajemen, organisasi, dan model bisnis juga berubah.  Banyak model pekerjaan lama tidak lagi dibutuhkan.

Berpijak pada kecenderungan itu, Presiden pun  mendorong dunia pendidikan beradaptasi dan melakukan penyesuaian dengan perubahan itu. Penyesuaian itu idealnya ditandai perubahan program studi, perubahan kurikulum dan perubahan karakter tenaga pendidik.

Penyesuaian untuk melakukan perubahan itu sebenarnya sudah mendapatkan momentumnya karena Presiden telah menetapkan pembangunan SDM Indonesia sebagai salah satu prioritas. Sangat relevan pula jika proyeksi kebutuhan Indonesia akan generasi muda dengan bakat digital masuk dalam program pembangunan SDM pada setiap jenjang pendidikan.

Karenanya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama semua lembaga pendidikan diharapkan mulai berinisiatif membarui program studi, pembaruan kurikulum hingga menyiapkan tenaga pendidik yang relevan dengan perubahan dan kebutuhan zaman.

Perubahan dan pembaruan diperlukan agar generasi anak-cucu tak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga menjadi pelaku penting di setiap tahap perubahan zaman.

Setelah Generasi Milenial yang kini sudah memasuki dunia kerja, anak-cucu era terkini diidentIfikasi sebagai Generasi Y dan Generasi Alpha. Tantangan mereka  kini sudah menjadi persoalan riel.

Tak sekadar beradaptasi, mereka bahkan harus bergegas untuk ambil bagian dalam arus transformasi digital. Bahkan, dalam hitungan waktu yang mungkin cukup singkat, para orang tua bersama Generasi Y dan Generasi Alpha akan masuk dan melakoni era teknologi 5G yang akan membentuk peradaban baru.

Komunitas global sedang bersiap menyongsong era baru itu. Generasi Y dan Generasi Alpha Indonesia pun tak mungkin menghindar dari tantangan di era itu. Maka, tak sekadar mempersiapkan kompetensi mereka, bahkan menjadi kewajiban generasi orang tua untuk melihat dan menunjukan kepada anak-cucu perkiraan tentang apa saja tantangan yang akan dihadapi oleh mereka, karena dunia dan dinamika kehidupannya mungkin tidak akan sama lagi  dengan kehidupan generasi-generasi terdahulu.

Teknologi telekomunikasi seluler generasi lima atau 5G yang akan mewujud peradaban baru butuh dukungan dan peran signifikan SDM bertalenta digital.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News