Merasa Tak Dilindungi dari COVID-19, Para Guru Mogok Massal

Merasa Tak Dilindungi dari COVID-19, Para Guru Mogok Massal
Guru sekolah, dosen dan pelajar Prancis berdemonstrasi menuntut kondisi untuk belajar dan bekerja yang lebih baik, pekerjaan dan kenaikan gaji di Nanter sebagai bagian dari mobilisasi di dalam Prancis, saat penyebaran penyakit virus korona (COVID-19), Selasa (26/1/2021). Slogan bertuliskan "Kalian tidak akan mengunci kemarahan kami". Foto: REUTERS/Stephane Mahe/WSJ/cfo

"Menteri dan pemerintah harus bertanggung jawab total atas situasi kacau ini akibat gencarnya perubahan kebijakan, protokol yang tidak berjalan dan kurangnya alat yang tepat untuk menjamin (sekolah) dapat berfungsi dengan baik," demikian pernyataan bersama tersebut.

Serikat-serikat pekerja itu mengatakan mereka memperkirakan banyak sekolah di Prancis akan ditutup pada Kamis dan sejumlah besar guru - termasuk sekitar 75 persen guru sekolah dasar - akan bergabung dalam aksi mogok kerja satu hari itu.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Prancis Jean-Michel Blanquer mendesak para guru untuk tidak melakukan aksi mogok kerja. Dalam wawancara dengan BFM TV, Blanquer berkata: "Kita tidak bisa melakukan aksi protes terhadap virus."

Sebagai tanggapan terhadap pernyataan menteri pendidikan Prancis itu, serikat pekerja mengatakan mereka telah menyerukan pemogokan bukan untuk melawan virus tetapi karena kekacauan yang disebabkan oleh tes dan aturan pelacakan kontak, peningkatan risiko penularan dan kekurangan pasokan masker untuk staf. (ant/dil/jpnn)

 

Guru-guru di Prancis pada Kamis akan mogok kerja secara massal karena mereka menilai pemerintah gagal untuk mengadopsi kebijakan yang masuk akal bagi sekolah untuk pencegahan COVID-19


Redaktur : Adil
Reporter : Adek

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News