Miko Nusantara

Oleh: Dahlan Iskan

Miko Nusantara
Dahlan Iskan. Foto: disway.id

Saya menurunkan dua tulisan guru besar tadi sebagai wujud keterbukaan pikiran. Salah satu ciri intelektual adalah: berpikiran terbuka.

Simaklah dua naskah yang tidak panjang ini:

***
Prof. Dr. Ario Djatmiko:

Saya akui pengaruh medsos hebat sekali. Banyak penulis yang sangat piawai mengolah kata dalam bahasa populis yang membuat orang terpesona.....

Tetapi mohon dipahami, bahwa bahasa populis amat berbeda dengan bahasa ilmiah. Bahasa populis didasari oleh opinion based (pendapat). Sedangkan bahasa ilmiah (science) didasari evidence based (pembuktian).

Dalam bahasa ilmiah diperlukan tata cara yang memenuhi standar untuk dapat menyatakan kebenaran ilmiah, wajib ada design, sample size, placebo, reliable data, dasar etika, dan rumus pembuktian standard sebagai penentu.

Tidak bisa bahasa populis (opinion based-testimoni, dan lain-lain) dipakai menentukan langkah ilmiah.

Lha, BPOM hanya meminta tahapan riset sesuai standard universal (siap dikoreksi). Tampaknya VakNus tidak bisa memenuhi... akhirnya ditolak.

BPOM sudah benar menegakkan ketentuan yang berlaku. Namun, bukan berarti eksperimen di luar BPOM harus dilarang.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News