Mikra Gugat

Oleh: Dahlan Iskan

Mikra Gugat
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

Bahan-bahan tadi, menurut Mikra, dilembutkan. Dicampur menjadi satu. Lalu disemprotkan ke seluruh atap. Juga seluruh tembok. Semprotan itu menjadi lapisan luar atap genteng atau apa pun.

Namun, ya itu tadi, langkah menuju ke sana masih terhenti sekarang ini.

Prof Mikra kini tinggal di Bandung. Anaknya tiga orang. Cukup. Tidak seperti dirinya: 10 bersaudara. Istrinya juga dari Dompu. Lulusan pertanian Universitas Hasanuddin.

"Ibu yang memilihkan istri untuk saya. Dia murid ibu saya," kata Mikra.

Cita-cita Mikra untuk bisa menjadi seperti Habibie tercapai. Sebagian. Dia mendapat Habibie Award tahun 2018.

Lalu, apa penyebab no 3 lemahnya perguruan tinggi kita?

Ini yang saya juga baru tahu. Kata Mikra: yang rajin melakukan penelitian dan menghasilkan jurnal ilmiah di sebuah perguruan tinggi orangnya ya itu, itu, dan itu saja. Mereka itulah yang banyak mengatrol nilai perguruan tinggi.

"Tapi perlakuan kepada kelompok pengatrol mutu itu tidak istimewa. Sama saja dengan yang bukan pengatrol," katanya.

Panggilannya Mikra. Dia guru besar MIPA Institut Teknologi Bandung. S3-nya dari Hiroshima University, Jepang. Disertasinya tentang nano komposit.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News