Pertanyakan Vaksin Booster Halal, Aliansi Mahasiswa Gelar Aksi di Depan Istana

Pertanyakan Vaksin Booster Halal, Aliansi Mahasiswa Gelar Aksi di Depan Istana
Vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau vaksin booster syarat mudik 2022. ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Aliansi Mahasiswa Tolak Vaksin Booster, menggelar aksi di depan Istana Wakil Presiden RI, Jumat (25/3).

Mereka menuntut Pemerintah segera merevisi Surat Edaran Kemenkes, Tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Lanjutan, yang tidak mencantumkan Vaksin Halal sebagai pilihan.

Padahal, Wakil Presiden RI, KH. Ma'ruf Amin mengatakan Lebaran tahun ini masyarakat dibolehkan untuk mudik.

Namun, untuk bisa pulang kampung, kata Wapres masyarakat harus sudah disuntik vaksin dosis ke-3 (lanjutan atau booster).

Korlap Aksi, Ali Loilatu menilai pernyataan Wapres menimbulkan kontroversi, terlebih, beliau merupakan mantan Ketua Umum Majlis Ulama Indonesia (MUI).

"Dan saat ini beliau masih aktif sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI, justru sikap beliau tidak sejalan dengan semangat seruan MUI yang berulangkali meminta Kementerian Kesehatan menyediakan vaksin booster telah  mendapatkan fatwa halal," kata Korlap Aksi, Ali Loilatu saat berorasi.

Ali menambahkan dari informasi yang dia terima dari MUI, vaksin halal sudah tersedia di Indonesia, bahkan MUI telah mengkonfirmasi kepada produsen di depan Kementerian Kesehatan.

Untuk itu kata Ali, Aliansi Mahasiswa Tolak Vaksin Booster menuntut Pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan RI untuk merevisi Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/II/252/2002 Tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Lanjutan.

Pemerintah diminta menyediakan vaksin yang telah mendapat fatwa Halal dari MUI dan telah mendapat izin penggunaan darurat dari BPOM.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News