Misteri Gurita Besar dan Hantu Laut di Perairan Kolaka, Merinding...

Misteri Gurita Besar dan Hantu Laut di Perairan Kolaka, Merinding...
Anwar dan Wasir, dua nelayan dari Kelurahan Kolakaasi Kabupaten Kolaka. Foto: dok/Kendari Pos

Nelayan yang mengaku sudah empat puluh tahun melaut di perairan Kolaka itu mengungkapkan, gurita yang menjaga pulau Lambasina sesekali menampakkan dirinya. Wasir mengaku pernah melihat gurita itu. Tak hanya Wasir seorang diri, beberapa nelayan juga mengaku pernah melihatnya.

"Guritanya besar. Kalau dia tampakkan dirinya itu muncul dengan cahaya. Cahayanya terang dan kelihatan dari jauh. Gurita ini yang kasih tenggelam kapal Windu Karsa. Sebelum kapal itu tenggelam, saya liat ada cahaya. Ketika itu, ombak tidak terlalu besar," ungkap Wasir.

Cerita itu dibenarkan Anwar. Ia bercerita saat KMP Windu Karsa tenggelam, kapal nahas itu melintas di antara pulau Lambasina Besar dan Pulau Lambasina Kecil. Jalur itu dihindari oleh kapal lainnya. Sebab jalur itu merupakan tempat tinggal gurita. Padahal jalur yang umum dilewati sebenarnya adalah jalur yang berada di belakang Pulau Lambasina Kecil. Tapi waktu itu, KMP Windu Karsa memilih jalur lain.

Selain gurita, makhluk gaib lainnya yang mendiami perairan Kolaka adalah hantu laut. Kata Anwar, hantu laut banyak terdapat di perairan Kolaka. Jika hantu laut akan menampakkan dirinya, biasanya ditandai dengan bau air laut yang sangat amis.

"Nelayan yang akan melintas di Pulau Lambasina meminta izin dan mengucapkan salam kepada makhluk yang mendiami perairan Kolaka," ujar Anwar.

Tradisi itu dilakukan untuk menghargai mereka sebagai penghuni laut. Selain itu, mereka juga menjaga sikap dan perkataan agar para penjaga laut itu tidak merasa terganggu dan tersinggung.

"Itu yang kami perhatikan. Makanya, meskipun kapal kami kecil tapi alhamdulillah kami tidak pernah dapat musibah seperti kapal feri yang jauh lebih besar dari kapal kami," tuturnya.

Anwar juga mengimbau agar kapal yang akan melintasi perairan Kolaka harus berhati-hati dan tidak terpaku pada makhluk penjaga perairan Kolaka saja. Mereka harus melihat kondisi cuaca. Jika cuaca buruk, sebaik jangan berlayar. Cuaca buruk itu juga mempunyai tanda, sehingga bisa dihindari. 

SECARA umum, penyebab kecelakaan transportasi laut adalah faktor cuaca buruk. KMP Marina Baru 2B dan ferry KM Windu Karsa karam setelah digulung

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News