Mobilitas di Jawa & Bali Meningkat, Pemerintah Ingatkan Masyarakat Jangan Lengah Prokes

Mobilitas di Jawa & Bali Meningkat, Pemerintah Ingatkan Masyarakat Jangan Lengah Prokes
Ilustrasi Masker. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti tingginya mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah Jawa dan Bali dalam sepekan terakhir.

Menyikapi hal itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate kembali mengimbau masyarakat agar tidak mengendurkan kewaspadaan, karena virus corona masih mengintai.

“Pemerintah menegaskan, walaupun penanganan COVID-19 di Indonesia mengarah pada tren dan kondisi yang baik, masyarakat jangan lengah. Mari kita jaga bersama arus mobilitas seefisien mungkin diiringi penerapan protokol kesehatan yang ketat selama bepergian, khususnya memakai masker,” ujar Johnny.

Selain itu, WHO menyebutkan dalam laporannya, beberapa sektor dinilai telah mengalami peningkatan mobilitas.

Di antaranya, sektor ritel dan rekreasi terutama pada wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Provinsi Banten.

Di empat provinsi tersebut, bahkan tingkat mobilitas menyamai kondisi seperti sebelum pandemi.

Oleh karena itu, WHO menilai Indonesia memerlukan rencana jelas dan konkret guna mengantisipasi serta mengurangi potensi dampak dari peningkatan mobilitas masyarakat.

Hal ini juga harus diikuti dengan strategi penguatan kapasitas sistem kesehatan di tingkat nasional dan tingkat subnasional.

Pemerintah menegaskan, walaupun penanganan COVID-19 di Indonesia mengarah pada tren dan kondisi yang baik, masyarakat jangan lengah.