Moeldoko Somasi ICW 3 Kali, Prof Romli Singgung Sikap Tabrak Lari
jpnn.com, JAKARTA - Pakar hukum pidana Romli Atmasasmita menyinggung soal sikap kesatria dan hit and run (tabrak lari) dalam perselisihan antara Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko dengan Indonesia Corruption Watch (ICW).
Dia menilai Moeldoko yang memilih melakukan somasi hingga tiga kali menunjukkan sikap lebih mengutamakan kekeluargaan ketimbang jalur hukum.
Perselisihan Moeldoko dengan ICW bermula saat lembaga anti korupsi itu menuding Moeldoko yang juga menjabat kepala staf kepresidenan, berburu rente dan keuntungan dari penggunaan Ivermectin.
"Sikap Moeldoko melakukan somasi lazim sampai tiga kali merupakan langkah pro justitia," ujar Prof Romli dalam keterangannya, Rabu (25/8).
Menurut Prof Romli, Moeldoko melayangkan somasi karena tudingan ICW berdampak negatif terhadap nama baik dan kariernya.
Karena itu perlu diklarifikasi oleh ICW sesuai norma kebiasaan dan hak yang berlaku, terkait tudingannya.
Dia juga menilai ICW perlu menjawab seluruh klarifikasi yang diminta pihak Moeldoko dengan penuh tanggung jawab.
"ICW harus bertanggung jawab atas tuduhan terhadap Moeldoko sebagai asas hukum."
Moeldoko sudah melayangkan somasi ke ICW untuk ketiga kalinya sejak 20 Agustus lalu, Prof Romli menyinggung soal sikap tabrak lari (hit and run).
- Titip Pesan Kepada Listyo Sigit, Dudung: Tugas KSP Berat
- Romli Atmasasmita: Presiden Prabowo Percaya pada Kinerja Kapolri
- Kapolri Diangkat Jadi Anggota Kehormatan KSBSI, Profesor Romli Merespons
- Romli Atmasasmita: Sistem Presisi Polri Terbukti Efektif
- Prof. Romli Atmasasmita: Jika Tim 9 Gagal, KPK Wajib Ambil Alih Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
- KSP Dudung Benahi Tata Kelola Ekspor, Sentil Kewenangan Aparat
JPNN.com




