JPNN.com

MPR Pastikan Amendemen Konstitusi Masih Tahap Sosialisasi

Rabu, 11 Desember 2019 – 16:22 WIB MPR Pastikan Amendemen Konstitusi Masih Tahap Sosialisasi - JPNN.com
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid. Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) Jazilul Fawaid mengatakan, pihaknya masih terus menyerap masukan dari elemen masyarakat terkait rencana amendemen UUD NRI 1945. 

Menurut Jazilul, pada 16 Agustus 2019 lalu, semua fraksi sudah memutuskan pentingnya amendemen terbatas. Fokus utama amendemen adalah menghidupkan kembali pokok-pokok haluan negara. 

"Sekiranya dilihat dari berbagai perspektif dan kajian, memang menyatakan penting ada amendemen. Ketika itu memang seperti saya sampaikan amendemen terbatas sebagai (tindak lanjut) rekomendasi dari MPR yang lama," kata Jazilul dalam diskusi Empat Pilar MPR bertajuk 'Urgensi Amendemen Konstitusi’ di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (11/12). 

Wakil ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menuturkan, pimpinan MPR 2019-2024 kemudian melakukan safari politik ke berbagai pihak. Mulai dari mantan presiden, pimpinan partai politik, hingga organisasi kemasyarakatan. "Kami akan lanjutkan terus untuk menerima masukan dari berbagai lapisan masyarakat," ujar dia.

Ia menambahkan dari silaturahmi yang dilakukan itu muncul berbagai pemikiran. Tidak hanya terkait amendemen terbatas untuk pokok-pokok haluan negara, tetapi juga sejumlah pasal lain. 

Menurut Jazilul, proses amendemen masih tahap awal atau mendengar masukan dari berbagai pihak. Belum ada kesimpulan yang diambil. "Setidaknya beberapa organisasi yang kami datangi, menyatakan perlu amendemen," kata dia.

Dia menegaskan, titipan MPR periode lalu itu adalah melakukan amendemen pasal yang terkait pokok-pokok haluan negara. Hanya saja, kata Jazilul, tidak menutup kemungkinan ada perubahan pasal yang harus diamendemen. "Amendemen ini menurut aturan tidak bisa semua pasal secara bersamaan, karena usulan amendemen hanya terbatas pada pasal yang diusulkan," ujarnya.

Jazilul mengaku memang ada pihak-pihak tertentu mencurigai ada motif, kepentingan tertentu apa di balik amendemen. Menurut dia, sekarang zaman sudah transparan. Kalau ada motif dan kepentingan tertentu dibuka saja. 

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...