Mulyono si Penggembala Lebah Madu, Raup Rp 24 Juta Sekali Panen

Mulyono si Penggembala Lebah Madu, Raup Rp 24 Juta Sekali Panen
Ilustrasi Foto: pixabay

jpnn.com - Pemeliharaan lebah madu kini sudah menggunakan metode menggembala, sebagaimana ternak sapi atau kambing. Metode ini belakangan banyak ditiru karena madu yang dihasilkan lebih banyak.

Rizky Panchanov, KETAPANG

MULYONO (63) masih ingat benar cemoohan dari para tetangganya ketika dia mulai menerapkan metode penggembalaan pada ternak lebah madunya.

Metodenya itu bahkan kerap menjadi bahan tertawaan dari rekan-rekannya sesama peternak.

Namun dengan kesungguhannya, pemilik sarang lebah dengan merek An Nahl ini dapat membuktikan hasil ternak lebahnya lebih banyak.

Otomatis, omzet penjualan madu juga turut melonjak hingga mencapai angka puluhan juta rupiah.

Belakangan, metode penggembalaan yang juga dikenal dengan istilah ngangon ini mulai banyak ditiru oleh peternak lebah lain.

’’Ya, awalnya saya dicemooh. Lah ngapain, penyakit kok dipelihara,” kenangnya.

Pemeliharaan lebah madu kini sudah menggunakan metode menggembala, sebagaimana ternak sapi atau kambing. Metode ini belakangan banyak ditiru karena

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News