Napoleon Bonaparte

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Napoleon Bonaparte
Napoleon Bonaparte. Foto: Ricardo/JPNN.com

'Alhamdulillah, bahwa saya dilahirkan sebagai seorang muslim dan dibesarkan dalam ketaatan agama Islam yang rahmatan lil alamin. Siapa pun bisa menghina saya, tetapi tidak terhadap Allah-ku, Al-Qur'an, Rasulullah SAW, dan akidah Islamku. Karena itu, saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apa pun terhadap siapa saja yang berani melakukannya. Akhirnya, saya akan mempertanggungjawabkan semua tindakan saya terhadap Kece, apa pun risikonya'.

Pendek, tetapi cukup puitis. Ada power di dalamnya. Ada idelisme yang kuat dalam deretan kalimat-kalimat itu. Terasa kuat sekali ada nada pemberontakan dan perlawanan terhadap ketidakadilan dalam surat cinta itu.

Napoleon melawan dengan 'tindakan terukur' apa pun risikonya.

Bahwa tindakan terukur itu dilakukan dengan menghajar dan melumuri Kece dengan kotoran manusia, itulah cara khas Napoleon.

Ia melawan dengan gaya dan caranya sendiri. Ia merasa dikorbankan, dan ia bersumpah akan membongkar konspirasi yang menjebaknya.

Ketika divonis empat tahun penjara Napoleon mengatakan 'lebih baik saya mati', lalu berjoget tiktok. (*)

Napoleon Bonaparte dengan terus terang mengakui perbuatannya. Ia bahkan menulis surat terbuka yang disiarkan oleh media.


Redaktur : Adek
Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News