NasDem Batal Deklarasikan Anies, Sekjen PDIP Singgung Parpol Spesialis Ekor Jas

NasDem Batal Deklarasikan Anies, Sekjen PDIP Singgung Parpol Spesialis Ekor Jas
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto angkat suara terkait sikap Koalisi Perubahan, khususnya Partai NasDem yang batal mengumumkan bakal capres Anies Baswedan bersama kandidat cawapres pada Kamis (11/10) di Hari Pahlawan.

Hasto mengatakan PDIP menganggap segala hal yang berkaitan dengan capres dan cawapres sangat penting. Karena itu, prosesnya pun tidak boleh asal-asalan.

“Bagi PDIP, capres cawapres itu harus dilakukan dengan matang, dengan melihat suasana kebatinan rakyat, dengan menghitung seluruh aspek-aspek politik, kemudian ketika diumumkan betul-betul sebagai keputusan yang terbaik,” jelas dia di Surabaya, Jumat (11/10).

Meski demikian, Hasto menyampaikan ada partai politik yang memang mengusung capres-cawapres tidak melihat keinginan rakyat.

Termasuk, terdapat pihak-pihak yang mendukung capres-cawapres tidak dalam konteks kemajuan Indonesia.

“Kan, ada pihak-pihak yang mengusung capres-cawapres bukan dalam konteks kemajuan Indonesia Raya, tetapi mendompleng untuk dapatkan efek ekor jas,” kata dia.

Hal inilah, lanjut Hasto, yang membuat PDIP tidak ingin terburu-buru dalam menentukan kandidat capres-cawapres.

“PDIP berbeda, kami memahami suasana kebatinan rakyat kemudian mencari pemimpin terbaik bagi masa depan,” kata dia.

Hasto Kristiyanto menyampaikan ada partai politik yang memang mengusung capres-cawapres tidak melihat keinginan rakyat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News