Nasib Bocah Bernama Salma Warga Surabaya Mirip Nenek Sumirah, Aduh

Nasib Bocah Bernama Salma Warga Surabaya Mirip Nenek Sumirah, Aduh
Anggota Komisi D DPRD Surabaya Cahyo Siswo Utomo menemui perempuan kelas 2 SD, Salma, di kawasan Dukuh Pakis, Kota Surabaya, Ahad (29/8/2021). Foto: ANTARA/HO-PKS Surabaya

jpnn.com, SURABAYA - Nasib bocah bernama Salma, mirip yang dialami Nenek Sumirah (89) yang mengaku selama 30 tahun tidak pernah mendapat bantuan dari Pemkot Surabaya, Jatim.

Nenek Sumirah yang tinggal di rumah kontrakan di Jalan Simojawar 1 No. 50 RT 01 RW 01, Kelurahan Simomulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal Surabaya, tidak pernah merasakan bantuan dari pemerintah karena namanya tidak terdaftar di aplikasi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Hal yang mirip terjadi pada diri Salma, bocah perempuan kelas 2 SD yang kini tinggal bersama nenek dan tantenya di kawasan Dukuh Pakis, Kota Surabaya.

Dia diduga ditelantarkan kedua orang tuanya dan butuh perhatian pemerintah kota setempat.

"Salma sudah lama ditinggal oleh orang tuanya. Saat ini Salma tinggal bersama saya," kata tante Salma, Puji Astuti kepada anggota Komisi D DPRD Surabaya Cahyo Siswo Utomo saat mengunjungi kediaman Salma, Minggu (29/8)

Salma hidup bersama nenek dan tantenya di rumah yang sederhana di kawasan Dukuh Pakis Surabaya. Sementara penghasilan dari keluarga tersebut juga pas-pasan.

Di tengah kondisi perekonomian nenek dan tantenya yang memprihatinkan, Salma tetap terus ingin bersekolah untuk menggapai cita-citanya.

Hanya saja, bantuan dari Pemkot Surabaya belum pernah ia terima karena Keluarga Salma statusnya belum Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Mirip nasib Nenek Sumirah, bocah SD bernama Salma keluarganya tidak masuk daftar MBR, tidak pernah mendapat bantuan dari Pemkot Surabaya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News