Nasib Tenaga Outsourcing SMA/SMK Masih Mengambang

Nasib Tenaga Outsourcing SMA/SMK Masih Mengambang
140 Sekolah tak Bisa Gelar UNBK Mandiri. Foto Dokumen JPNN.com

Kejelasan nasib mereka harus diperhatikan. Apalagi, para tenaga outsourcing itu punya keluarga dan anak-anak yang harus dihidupi.

Dari pertemuan bersama para tenaga outsourcing, solusi yang bisa diberikan adalah bekerja sesuai dengan koridor kewenangan.

''Kami mendorong teman-teman outsourcing, kalau perlu audiensi, bisa membuat surat ke gubernur,'' terangnya.

Sebelumnya, ada audiensi antara para tenaga outsourcing dan Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur di Surabaya.

Namun, belum ada kejelasan berarti, apakah menjadi tenaga outsourcing provinsi, menjadi honorer sekolah, atau dikembalikan ke pemkot.

Jika dikembalikan ke pemkot, harus ada komunikasi dengan pemkot.

Dengan demikian, pemkot bisa mengambil langkah untuk kelangsungan pekerjaan mereka.

''Yang penting jangan diambangkan,'' katanya.

SMA/SMK telah beralih ke provinsi tapi nasib tenaga outsourcing masih mengambang.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News