NAT Harus Melayani 2 Pria Per Hari, Tiba-tiba Punya Utang Rp 32 Juta

NAT Harus Melayani 2 Pria Per Hari, Tiba-tiba Punya Utang Rp 32 Juta
Pelaku eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur berinisial EMT (44) dan RR (19) di Polda Metro Jaya, Rabu (21/9). Foto: Mercurius Thomos Mone/JPNN.com

Awalnya, korban dijanjikan bakal ditempatkan di salah satu apartemen di daerah Tangerang dengan biaya Rp 200 ribu per hari.

"Korban harus membayar utang tersebut dengan cara mencicil sampai lunas dari uang hasil BO dan tidak diperbolehkan pergi bila utang tersebut belum dilunasi," jelasnya.

Menurut Kombes Zulpan, utang yang harus dibayar korban kepada EMT mencapai Rp 32.290.000.

EMT kemudian menunjuk RR, teman korban untuk bertugas sebagai joki aplikasi online untuk mencari pelanggan.

"Pelaku RR alias Ivan menjadi joki membantu korban mencari tamu di apartemen yang bersangkutan menggunakan aplikasi MiChat dengan nama akun Qwerty," beber Kombes Zulpan.

"Dalam sehari, mereka berhasil mendapatkan satu sampai dua orang tamu per hari," sambungnya.

Akibat ulahnya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis, di antaranya Pasal 12 dan atau Pasal 13 Undang -Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 1 miliar. (mcr18/jpnn)

Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap dua orang pelaku eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur.


Redaktur : Dedi Yondra
Reporter : Mercurius Thomos Mone

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News