Nazar Ingin Jadi Orang Terkaya di Indonesia

Nazar Ingin Jadi Orang Terkaya di Indonesia
Nazar Ingin Jadi Orang Terkaya di Indonesia
JAKARTA - Staf  Khusus mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin, Nuril Anwar, mengaku senang atas tertangkapnya mantan bosnya itu. Dia berharap kasus yang diduga melibatkan dirinya dan sejumlah elite Partai Demokrat segera terungkap. “Saya sangat senang beliau tertangkap. Itu bisa menjadi langkah maju untuk mengungkapkan kebenaran,” kata Nuril, kepada INDOPOS (Grup JPNN), kemarin.

Nama Nuril menjadi tenar karena disebut-sebut oleh Nazaruddin sebagai pihak yang ikut membagi-bagikan uang ke peserta Kongres II Demokrat untuk memenangkan Anas Urbanigrum. “Saya bingung kenapa saya dibawa-bawa. Saya nyatakan itu tidak benar,” tegasnya.

Nazaruddin menyebut beberapa stafnya di DPR RI, yakni Nuril dan Eva, dan satu orang dekat lainnya adalah Tridianto, sebagai orang yang mengetahui adanya aliran uang dalam Kongres II Partai Demokrat di Bandung 2010 lalu. Saat itu Nazaruddin adalah bendahara tim sukses Anas Urbaningrum dalam pemilihan ketua umum Partai Demokrat.

Nazaruddin mengatakan, Eva adalah orang yang selalu menyiapkan uang untuk dibagi-bagikan. Uang itu diambil dari Yulianis, staf keuangan Nazaruddin. Penyiapan uang, menurutnya bertempat di Hotel Sultan dan apartemen Senayan City. Kemudian uang itu dibawa ke arena kongres di Bandung.

JAKARTA - Staf  Khusus mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin, Nuril Anwar, mengaku senang atas tertangkapnya mantan bosnya itu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News