Negara Harus Hadir Urusi Ketahanan Keluarga Selama Pandemi

Negara Harus Hadir Urusi Ketahanan Keluarga Selama Pandemi
Webinar Peran Agama dalam Ketahanan Keluarga di Masa Pandemi. Foto: LDII

Senada dengan Maya, Nana Maznah selaku psikolog pendidikan keluarga menyebut peranan seorang ibu sangat penting. Seorang ibu menghadapi anak-anak lengkap dengan problematika buah hatinya selama 24 jam.

Terlebih saat pandemi, ibu juga berperan sebagai pengganti ‘guru sekolah’ anak-anak, selain mengurus rumah tangga.

“Sumber emosi dalam keluarga adalah ibu, suasana emosi ibu memiliki efek positif dan negatif pada suasana di rumah. Sangat mempengaruhi kesejahteraan emosional keluarga secara keseluruhan. Ibu yang bahagia akan membuat keluarganya bahagia,” kata Nana.

Karena itu, penting bagi ibu mengatur strategi untuk tetap berhubungan dengan dirinya, berhubungan dengan pasangannya, dan berhubungan dengan anak- anaknya. Menumbuhkan dan menginternalisasikan nilai-nilai kebaikan dalam diri ibu untuk keluarga.

“Yang perlu ibu lakukan dengan dirinya sendiri adalah menciptakan pengaturan waktu untuk memperkaya diri. Maksudnya memberikan kesempatan pada diri sendiri untuk mempelajari hal yang diminati di samping mengurus rumah tangga,” ujarnya.

Kedua, hal yang perlu ibu lakukan agar hubungan terjaga dengan pasangan seperti meluangkan waktu bersama pasangan. Seorang ibu harus punya waktu khusus hanya berdua bersama pasangan, sehingga tetap terjalin hubungan yang sehat.

"Lalu ketiga, adalah menjaga hubungan seorang ibu dengan anak-anaknya. Biasanya anak meniru cara orang tua berkomunikasi dan mengikuti karakter orang yang menarik keingintahuannya," tandas dia. (cuy/jpnn)

Pandemi Covid-19 telah menimbulkan banyak kasus sosial, seperti kekerasan rumah tangga.


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News