JPNN.com

Nevi Zuairina: Pemerintah Mesti Lindungi Pasar Rakyat Terdampak Pandemi Covid-19

Selasa, 04 Agustus 2020 – 22:25 WIB
Nevi Zuairina: Pemerintah Mesti Lindungi Pasar Rakyat Terdampak Pandemi Covid-19 - JPNN.com
Anggota Komisi VI DPR RI, Hj. Nevi Zuairina. Foto: Humas FPKS DPR RI

jpnn.com, PADANG - Anggota Komisi VI DPR RI, Hj. Nevi Zuairina sangat menyayangkan akan munculnya klaster baru penyebaran covid-19 di pasar rakyat.

Sejumlah pasar rakyat di Indonesia termasuk di Sumatera Barat (Sumbar) telah menjadi klaster penyebaran Covid-19. Akibatnya, pedagang sangat terpukul karena masyarakat menjadi takut datang ke pasar rakyat sehingga pasar jadi sepi.

“Ditambah lagi imbauan pemerintah agar masyarakat tetap di rumah. Kondisi ini jelas berdampak anjloknya pendapatan para pedagang di pasar rakyat, perekonomian ambruk,” ujar Nevi Zuairina di sela-sela kegiatan reses Komisi VI DPR di Sumatera Barat, belum lama ini.

Lebih lanjut, Politikus PKS ini mengatakan Fraksi PKS DPR mengingatkan pemerintah agar memberi perhatian yang lebih kepada pasar rakyat agar tetap bisa memiliki daya saing di tengah pandemi Covid-19.

“Karena pasar rakyat merupakan salah satu sektor penggerak ekonomi kerakyatan,” ungkap Nevi, anggota DPR dari Dapil Sumatera Barat II.

Untuk menggairahkan aktivitas jual beli di pasar rakyat, lanjut anggota Komisi VI DPR ini, maka pemerintah berkewajiban mengelola dan mengembangkan pasar rakyat di masa pandemi Covid-19 agar kembali berdaya saing.

Fraksi PKS, sambung Nevi, mendorong Pemerintah untuk bisa melindungi pasar rakyat dari wabah Covid-19. Pemerintah harus memastikan berjalannya protokol kesehatan secara ketat di pasar rakyat berikut sarana dan prasarana pendukungnya.

"Pemerintah juga harus bisa merealokasi anggaran untuk memberi perhatian pasar rakyat. Tunda dulu suntikan dana ke BUMN dan alihkan untuk memberi dukungan kepada pasar rakyat. Termasuk memberikan insentif fiskal dan non fiskal yang efektif dan tepat sasaran bagi pedagang pasar rakyat, khususnya bagi mereka yang terkena dampak pandemi Covid-19," terangnya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
fri