New Normal Dinilai Mampu Gerakkan Sektor Ekonomi

New Normal Dinilai Mampu Gerakkan Sektor Ekonomi
Ilustrasi New Normal. Foto:Ardisa Barack/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Staf Ahli Kemenko Perekononomian Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa, dan Sumber Daya Alam, Edi Prio Pambudi mengatakan, pemerintah terus melakukan kajian mendalam perihal pemberlakuan tatanan hidup baru atau new normal.

Keputusan ini tentu tidak sekadar melonggarkan, tetapi penuh dengan syarat dan perhituang risiko yang matang.

“Sekarang kita lagi dalam proses berjalan. Paling utama mengikuti perkembangan di masyarakat, apakah masyarakat itu bisa untuk diajak berubah dalam hal perilaku supaya kasus (COVID-19) ini menurun,” kata Edi Prio Pambudi dalam diskusi virtual Indonesia Podcast Show 4 yang diselenggarakan oleh Radio Online Pemuda FM bertema ‘New Normal Cara Efektif Membangkitkan Ekonomi’, Kamis (25/6).

Edi mengungkapkan, adanya penambahan kasus relevan dengan adanya peningkatan kapasitas dari sisi pemeriksaan. Sebab, memang sudah ditargetjan pemeriksaan tersebut harus mencakup luas.

Tujuannya, lanjut Edi, menemukan orang-orang yang terinfeksi kemudian diambil langkah secepatnya supaya menghindari penyebaran.

“Kami juga menjaga jangan sampai karena makin lama kegiatan usaha dihentikan, kemudian menimbulkan ketidakpastian. Ini nanti bisa panjang aksesnya,” tutur Edi.

Ia pun khawatir akan ada pergerakan sosial sebagai imbas dari ekonomi yang kian terpuruk. Untuk itu, pemerintah melalui gugus tugas terus memantau perkembangannya.

“Kami akan coba, jangan sampai kemudian pada saat mulai pulih lagi tetapi ternyata ada masalah dengan kegiatan usaha. Karena tiga bulan (usaha) ditutup itu tidak mudah. Nah, inilah yang kemudian dilakukan secara simultan, secara pararel, bersamaan dan kemudian kita evaliasi. Jangan lupa, proses evaluasi ini terus berjalan,” ujarnya.

Pemerintah terus melakukan kajian mendalam perihal pemberlakuan new normal untuk membangkitkan perekonomian nasional.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News