Ngeri! Teroris Siapkan Ledakan untuk Akhir Tahun, Tiga Kali Lipat Bom Bali

Ngeri! Teroris Siapkan Ledakan untuk Akhir Tahun, Tiga Kali Lipat Bom Bali
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Kombes Pol Rikwanto menunjukkan foto tersangka teroris saat merilis barang bukti bahan peledak yang diamankan tim Detasemen Khusus 88 Anti-teror dari jaringan teroris Majalengka di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (25/11). FOTO: MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

Setelah ditelusuri, ternyata RPW ini memang sejak usia sekolah menengah pertama (SMP) telah menggandrungi percobaan kimia. Maka, semua pengetahuannya dan pemahamannya membuat RPW bisa membuat bahan peledak yang sangat berbahaya itu.

”Ini menunjukkan salah satu bukti keberhasilan jaringan teror dalam merekrut anak muda yang menyukai ilmu eksak,” ungkapnya.

RPW ini pernah tercatat menjadi mahasiswa pertanian salah satu kampus di Majalengka. Namun, akhirnya keluar karena diprediksi bergabung dengan jaringan teror JAD, pimpinan Amman Abdurrahman. ”Kami temukan sejumlah buku tulisan Amman di rumahnya,” tuturnya.

Yang juga penting, ternyata RPW juga kerap berkomunikasi dengan Bahrun Naim, WNI yang menjadi anggota ISIS di Suriah.

Kemungkinan besar, Bahrun Naim juga memberi arahan dalam meracik bahan peledak ini. ”Kami ketahui ini dari hasil pemeriksaan,” terangnya.

Apa bahan kimia yang diracik menjadi bahan peledak itu? Rikwanto menuturkan ada belasan bahan kimia, namun hanya dua yang bisa disebutkan yakni, kalium nitrat dan black powder.

”Semua bahan kimia diracik sendiri,” tuturnya.

Sementara seorang anggota Laboratorium Forensik Polri yang tidak ingin namanya disebutkan mengatakan, bahan peledak yang diracik RPW ini dibandingkan dengan bahan peledak bom Bali I dan II, ternyata bahan peledak ini begitu kuat.

JAKARTA - Densus 88 Anti Teror Polri berhasil menangkap seorang anggota jaringan jamaah ansharut daulah (JAD) berinisial RPW, spesialis pembuat bahan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News