No Gag

Oleh: Dahlan Iskan

No Gag
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

Akan tetapi dengan imbauan agar tidak memancing ketegangan dan kerusuhan sosial, hakim akan terus memonitor apa yang akan berkembang.

Baca Juga:

Kalau imbauan itu tidak ditaati bisa saja, di tengah jalan, hakim memutuskan untuk "gag".

Tulisan ini saya buat sebelum Trump berpidato di estate-nya di Mar a Lago di Florida. Pidato itu sudah direncanakan sejak beberapa hari lalu.

Ia akan menumpahkan banyak hal setelah pulang dari penyerahan dirinya sebagai terdakwa di New York.

Sebelum ia menyerahkan diri pun ballroom di Mar a Lago sudah ditata. Disiapkan sekitar 200 kursi. Tokoh-tokoh Republik diundang. Pendukung utamanya diundang. Panggungnya dibuat seperti panggung acara tunggal yang besar.

Saya tidak tahu apakah isi pidatonya diubah dibanding yang direncanakan. Apakah sudah dibuat lebih hati-hati. Atau lebih pendek dari kebiasaan Trump. Atau masih sama saja. Yang jelas, Trump kini tidak bisa lagi semaunya.

Peringatan hakim itu juga sekaligus untuk para pendukung fanatik Trump. Begitu ada kerusuhan maka hakim bisa bikin keputusan baru.

Hakim Juan Merchan sangat berpengalaman. Ia kelahiran Kolombia, Amerika Latin. Ia diajak orang tua pindah ke Amerika saat usianya 6 tahun.

SERI kedua Safari Ramadan hari ini tertunda oleh pertanyaan berikut ini: kenapa Donald Trump tidak bicara apa-apa di pengadilan Selasa kemarin?

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News