Nyoman Parta Tagih Janji Erick Thohir Tentang Rencana Holding BUMN

Nyoman Parta Tagih Janji Erick Thohir Tentang Rencana Holding BUMN
Anggota Komisi VI DPR RI, I Nyoman Parta bersalaman dengan Menteri BUMN Erick Thohir usai Rapat Kerja di Ruang Rapat Komisi VI DPR, Kamis (20/2). Foto: Dokpri for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI, I Nyoman Parta menagih janji Pemerintah khususnya Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Erick Thohir untuk melakukan perubahan dan terobosan di sejumlah BUMN. Pasalnya, hingga 100 hari kerja Kabinet Indonesia Maju berjalan, terobosan dan perubahan yang didengung-dengungkan Kementerian BUMN khususnya belum terlihat konkret.

“Setelah empat bulan Erick Thohir menjabat Menteri BUMN, sejumlah gagasan yang diluncurkan misalnya tentang rencana Holding BUMN, integrasi BUMN dan merger antar-BUMN sampai saat ini belum ada rencana detailnya,” ujar I Nyoman Parta kepada wartawan, Jumat (21/2).

Politikus PDI Perjuangan ini mengaku, dirinya juga sudah mempertanyakan kepada Menteri BUMN Erick Thohir bersama jajarannya di ruang rapat Komisi VI DPR Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, kemarin (20/2/2020).

Nyoman Parta Tagih Janji Erick Thohir Tentang Rencana Holding BUMN

Lebih lanjut, Nyoman Partai dalam Rapat dengan Menteri Erick Thohir juga mempertanyakan kontribusi BUMN-BUMN yang ada terhadap negara.

“Seperti yang kami ketahui lebih dari Rp180 triliun keuntungan BUMN, 75 persen dihasilkan hanya oleh 17 BUMN. Padahal jumlah BUMN keseluruhan ada 142, belum lagi anak cucu BUMN hampir 700 lebih,” ungkap Nyoman Parta.

Yang lebih memprihatinkan, kata Nyoman, keberadaan BUMN selama ini justru menjadi beban keuangan negara.

“Banyak BUMN yang hanya bisa menghidupi dirinya sendiri, ada BUMN yang mengandalkan Penanaman Modal Negara (PMN), ada BUMN yang terus-menerus rugi dan mati suri,” ujar Legislator dari daerah pemilihan (dapil) Bali I itu.

Nyoman Parta menilai banyak BUMN yang hanya bisa menghidupi dirinya sendiri, ada BUMN yang mengandalkan Penanaman Modal Negara (PMN), ada BUMN yang terus-menerus rugi dan mati suri.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News