Oesman Sapta Anggap Anwar Ibrahim Sebagai Petarung

Oesman Sapta Anggap Anwar Ibrahim Sebagai Petarung
Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang menghadiri acara rapat senat terbuka terkait penganugerahan gelar doktor kehormatan atau Honoris Causa dari Universitas Negeri Padang kepada Dato' seri Anwar Ibrahim. Foto: Humas DPD RI

“Beliau ini dari Negeri Sembilan. Di Negeri Sembilan, 50 persen orang Minang. Jadi, ya kita bangga juga, orang Minang turut menentukan kehadiran dia disana, pendukungnya,” kata Oesman Sapta.

Sementara itu, Presiden kelima Indonesia, Megawati Soekarno Putri juga turut hadir dalam acara tersebut. Dirinya menganggap bahwa sosok Anwar Ibrahim tidak pernah menyerah dalam memperjuangkan bangsa dan negaranya. Anwar Ibrahim terus teguh dalam berjuang di bidang politik meskipun pernah merasakan sel penjara. Dirinya menganggap Anwar Ibrahim mampu menyatukan rakyat Malaysia yang terdiri dari berbagai etnis.

“Dinding penjara tidak mampu mencegah perjuangan Dato’ Anwar Ibrahim untuk memperjuangkan rakyat Malaysia. Sejarah mencatat seorang Anwar Ibrahim menyatukan Malaysia yg terdiri dari multi etnis, seperti di indonesia. Kami sama-sama menyakini keberagaman adalah hal yg kodrati, bukan alasan utk pecah,” ucapnya.

Anwar Ibrahim sendiri merasa terhormat atas penganugerahan gelar doktor kehormatan kepada dirinya. Dirinya berharap agar kedepannya akan terjalin hubungan yang lebih baik antara Indonesia dengan Malaysia.

“Saya merasa terhormat menerima anugerah dari Universitas Negeri Padang. Saya menyambut baik kehormatan ini sebagai tanda persahabatan, dan insya allah akan berkekala,” ucapnya.

Dalam acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, pejabat dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi, Rektor Universitas Negeri Padang, Ganefri, serta rektor-rektor universitas di Sumatera Barat serta Universitas Kebangsaan Malaysia.(adv/jpnn)


Oesman Sapta menganggap Anwar Ibrahim bukan hanya pejuang politik tetapi juga seorang petarung. Sosok Anwar Ibrahim telah melalui berbagai kesulitan di Malaysia


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News