Oknum Guru Emosi Lantas Tikam Nang hingga Meregang Nyawa

Oknum Guru Emosi Lantas Tikam Nang hingga Meregang Nyawa
Police Line. foto: ilustrasi for sumeks

Menurut warga, perdebatan pelaku dan korban di antaranya mengenai kendaraan bermotor milik pelaku yang dipinjam korban namun tak kunjung dikembalikan. Pelaku sempat menanyakan dan meminta korban agar mengembalikan motornya tersebut. Namun, dijawab kasar oleh korban.

Karena emosi, pelaku Rasyid yang membawa pisau di pinggangnya langsung menusuk korban berkali-kali sehingga korban jatuh dan tak sempat bangun lagi.

Kepala Desa (Kades) Lubuk Rumbai, Haromain, mengaku memang ada kejadian tersebut yang menewaskan salah satu warganya. “Keduanya warga datangan dan tinggal di Lubuk Rumbai. Korban asalnya dari daerah Nibung dan satu lagi dari daerah Noman. Mungkin karena dendam lama. ”Informasinya, gara-gara motor tidak dikembalikan. Saya juga tahu setelah diberitahu warga,” urainya.

Saat dirinya tiba di TKP, ungkap Haromain, korban yang berlumuran darah menggunakan kaus tanpa lengan warna hitam, celana pendek warna biru, dan sepatu bot terkapar di tanah dalam posisi telentang akibat ditikam pelaku. Korban lalu dibawa ke RSUD Rupit untuk mendapatkan pertolongan medis namun nyawanya tidak sempat diselamatkan. (cj13/ce3)


Seorang petani di Desa Lubuk Rumbai, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, Sumsel, meregang nyawa setelah ditusuk guru honorer.


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News