Ombudsman Minta Polda Sumbar Ungkap Motif Kasus Polisi Tembak Polisi Secara Transparan
Kasus tersebut juga tentunya memperburuk citra kepolisian, sehingga pelaku kejahatan harus ditindak secara tegas untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Ini selain memberi rasa keadilan, juga dapat mengirim pesan pada polisi lainnya bahwa tak ada ampun bagi pelaku semacam Dadang Iskandar," katanya.
Kasus kematian polisi yang ditembak polisi di Solok Selatan itu hendaknya juga menjadi pintu masuk untuk menegakkan hukum kejahatan lingkungan tambang ilegal di Sumbar.
Apalagi, Kabupaten Solok Selatan dan daerah sekitarnya selama ini dikenal tidak hanya menyoal tambang galian C ilegal, melainkan juga soal terkait tambang emas ilegal.
Sebagaimana diketahui, pada September lalu terjadi longsor tambang emas ilegal di Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, yang menelan korban jiwa sebanyak 13 orang. "Kasus ini belum selesai, tetapi ini sudah terjadi lagi," ujarnya. (antara/jpnn)
Ombudsman RI Perwakilan Sumbar meminta Polri mengungkap motif kasus penembakan polisi di Solok Selatan secara transparan.
Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi
- Antrean BBM Bukan Cuma di Bali, Dari Malam Sampai Pagi
- Menang Judi Slot, AIF Dibunuh Teman-temannya
- Antrean BBM Mengular di Sejumlah Daerah, Ombudsman Selidiki Dugaan Pemangkasan Pasokan ke Daerah
- Pembunuhan Sopir Taksi Online di Sumedang Dipicu Masalah Utang
- Kabur ke Malaysia, Buronan Kasus Pembunuhan Dipulangkan ke RI
- Polisi Menggerebek 'Kampung Narkoba' di Pasar Gaung Padang
JPNN.com




