OPEC+ Beri Sinyal Tak Sedap, Awas Gejolak Harga

OPEC+ Beri Sinyal Tak Sedap, Awas Gejolak Harga
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengungkapkan pemerintah mengantisipasi risiko kenaikan harga minyak global. Ilustrasi: ANTARA/HO-Pertamina

Selain dari sisi pangan, perlambatan inflasi secara umum juga didorong oleh melambatnya komponen inflasi inti, yaitu sebesar 2,94 persen (yoy), lebih rendah dari inflasi inti Februari 2023 yang sebesar 3,09 persen (yoy). Perlambatan terjadi hampir di semua kelompok barang dan jasa seiring menurunnya tekanan harga komoditas global.

Inflasi kelompok harga diatur pemerintah (administered price) juga tercatat 11,56 persen (yoy), melambat dari bulan Februari yang mencapai 12,24 persen (yoy), di antaranya dipengaruhi oleh penurunan tarif air PAM.

Febrio menambahkan terkendalinya harga buah hasil pengendalian harga pangan menjelang Ramadan yang dilakukan pemerintah.

Peran Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga sangat krusial, terutama dalam memastikan kecukupan dan ketersediaan pasokan berbagai bahan pangan pokok.

"Stabilitas harga pada masa Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) menjadi kunci penting dalam menjaga ketahanan pangan dan daya beli masyarakat,” pungkas Febrio.(antara/jpnn)

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengungkapkan pemerintah mengantisipasi risiko kenaikan harga minyak global


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News