OzAsia Jadi Ajang Penampilan Seni Terbesar Indonesia di Australia

OzAsia Jadi Ajang Penampilan Seni Terbesar Indonesia di Australia
OzAsia Jadi Ajang Penampilan Seni Terbesar Indonesia di Australia

Tercatat 270 seniman akan ambil bagian didukung sedikitnya 2.500 peserta dari warga setempat, yang akan berpartisipasi di berbagai acara. Sebagian acara ada yang gratis namun ada juga yang berbayar.

Penampilan Teater Garasi akan menandai malam pembukaan. Lakon The Streets yang disutradarai Yudi Ahmad Tadjudin, akan tampil di Space Theatre yang akan disulap menyerupai suasana sibuk di jalan raya Jakarta.

OzAsia Jadi Ajang Penampilan Seni Terbesar Indonesia di Australia
Eko Supriyanto akan menampilkan Cry Jailolo - tarian asli dari Maluku Utara.

Menurut keterangan panitia, lakon ini akan melibatkan penonton secara langsung dalam merasakan pengalaman sedhari-hari di jalan raya Jakarta.

"Misalnya, akan ada tentara yang mengecek identitas, ada yang bernyanyi, pekerja bangunan, bahkan pengemis," kata Mitchell.

Di malam pembukaan itu juga, di Dunstan Playhouse, koreografer Eko Supriyanto akan menyuguhkan Cry Jailolo, tari kontemporer yang menampilkan dunia mistis bawah laut di Teluk Jailolo.

Lalu, penampilan Papermoon Puppet Theatre akan mengelaborasi secara teatrik dengan perangkat multimedia, masa silam Indonesia era 1965/1966, lewat Mwathirika.  

Kemudian pada 26 September ada pula penari Topeng Cirebon, yaitu Nani Losari, generasi ke-8 penari spiritual topeng Losari serta Inusi, generesi ketiga penari gaya topeng Selangit. 


Ada pengemis yang meminta-minta, ada tentara yang berjaga-jaga - layaknya suasana jalan raya di Jakarta. Lewat The Streets, Teater Garasi akan menghadirkan


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News