Pacu Ekspor dan Industri Otomotif, Pemerintah Kebut Pembangunan Pelabuhan Patimban

Pacu Ekspor dan Industri Otomotif, Pemerintah Kebut Pembangunan Pelabuhan Patimban
Presiden Jokowi saat meninjau Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat pada 29 November 2019. Foto: BPMI Setpres

jpnn.com, JAKARTA - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah akan mempercepat penyelesaian pembangunan Pelabuhan Patimban di pantai utara Jawa Barat, sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

Dengan begitu, pertumbuhan ekspor dan industri otomotif di Jawa Barat diharapkan makin meningkat dengan adanya pelabuhan tersebut.

“Pelabuhan Patimban memiliki nilai investasi sebesar Rp43,22 triliun dan kebutuhan lahannya seluas 369,5 hektare” ujar Menko Airlangga saat konferensi pers usai rapat terbatas kabinet tentang Percepatan PSN Pelabuhan Patimban, secara daring, Selasa (22/9).

Lebih lanjut, Ketua Umum Partai Golkar itu menjelaskan tentang status konstruksi fisik dari proyek tersebut hingga pekan kedua September 2020, dermaga dan reklamasi telah selesai dibangun 81,98 persen, breakwater dan seawall rampung 55,62 persen, Access Bridge selesai 11,95 persen, serta Access Road tuntas 98,27 persen.

"Sementara untuk pengadaan tanah, Access Road telah tuntas 99 persen dan Back up Area sebesar 79 persen," tambahnya.

Airlangga menambahkan, Pelabuhan Patimban ditargetkan akan melaksanakan soft opening pada Kuartal IV tahun 2020 sehingga operator pelabuhan perlu ditetapkan secepatnya.

“Presiden Jokowi menargetkan soft launching Pelabuhan Patimban ini bisa dilaksanakan karena seluruh konstruksi hampir selesai untuk Paket Pertama di Bulan November 2020," terangnya.

"Sementara paket keduanya ditargetkan di kuartal ke-4 tahun 2021 dan timeline akses keseluruhan akan beroperasi pada tahun 2023."

Pelabuhan Patimban terletak di wilayah pantai utara Jawa Barat dengan luas 369,5 hektare yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News