Pak Ustaz Diduga Pukul Kepala Santri Pakai Bantalan Alquran, Kondisi Korbannya, Duh

Pak Ustaz Diduga Pukul Kepala Santri Pakai Bantalan Alquran, Kondisi Korbannya, Duh
Ilustrasi - penganiayaan. (ANTARA/HO)

Paman korban Taufiqurrahman menjelaskan, akibat kejadian itu, keponakannya mengalami cacat permanen dan terpaksa harus menjalani operasi batok kepala, karena batok kepalanya retak.

"Sampai malam ini keponakan saya belum sadarkan diri," kata Taufiq.

Pihak pondok pesantren menyatakan bertanggung jawab atas kejadian tersebut dengan menanggung semua biaya pengobatan korban hingga yang bersangkutan sembuh total.

Berdasarkan catatan, kasus kekerasan di pondok pesantren sebagaimana menimpa korban di bawah umur berinisial F itu bukan yang pertama kali terjadi di Pamekasan.

Pada April 2018, santri Pondok Pesantren Al-Misdad, Dusun Barat, Desa Lenteng, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Madura, seorang santri dibacok dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit.

Pelaku pembacokan yang kejadiannya pada 29 April 2018 itu merupakan seorang santri, sedangkan korbannya pengurus pesantren.

Motifnya karena tidak terima dengan cara sang pengurus selalu membentak dirinya saat kerja bakti di pondok pesantren tersebut.

Kasus serupa juga terjadi pada awal Januari 2012, dengan korban atas nama Suprai, warga Dusun Rekkerek, Kecamatan Palengaan.

Kondisi santri F (14) yang jadi korban pemukulan oknum ustaz A terluka parah hingga harus dirujuk ke Surabaya, Jawa Timur.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News