Pakar Dukung Rencana Bahlil Kembangkan Pulau Rempang Jadi Kawasan Ekonomi Baru

Pakar Dukung Rencana Bahlil Kembangkan Pulau Rempang Jadi Kawasan Ekonomi Baru
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Foto: Ricardo/JPNN.com

Rosdiana menuturkan pengembangan ekonomi baru di Pulau Rempang juga perlu melibatkan masyarakat lokal agar mendapatkan manfaat dari proyek tersebut.

“Melibatkan pelaku ekonomi yang ada, kemudian melibatkan masyarakat dalam proses pengembangan Rempang Eco-City, sehingga masyarakat juga merasa menjadi bagian dari pengembangan ini, ketika mereka sudah merasa menjadi bagian dari pengembangan kawasan Rempang Eco-City, pasti mereka juga akan support,” katanya.

Selain itu, Rosdiana menyebut pengembangan Pulau Rempang ini juga akan menguatkan perekonomian nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional terhadap Pulau Jawa, karena selama ini 50 persen PDB nasional dari Pulau Jawa.

“Jadi, kalau misalkan ada sebuah pusat pertumbuhan ekonomi baru yang datangnya dari Sumatra, maka nanti pertumbuhan ekonomi kita itu tidak lagi berpusat di Pulau Jawa, tetapi tentunya ini masih sangat awal. Pertama, misalkan tergantung nanti kelancaran ini, pasti biasanya kalau pengembangan kawasan baru itu tantangan utamanya itu pelepasan lahan, prosesnya itu pasti sangat lama dan panjang,” ucapnya.

Untuk itu, menurut Rosdiana, perlu ada kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam melancarkan pengembangan Pulau Rempang ini, khususnya soal pemenuhan hak masyarakat setempat.

Menurut Rosdiana, jika pemerintah abai terhadap hak masyarakat setempat maka rencana baik ini akan terhambat, dan peluang mendapatkan investasi dari luar juga akan terhambat.

“Pemerintah sebenarnya bisa melakukan relokasi dan menyediakan manfaat ekonomi yang lebih tinggi untuk masyarakat setempat dari apa yang mereka miliki sekarang, seharusnya itu tidak menjadi kendala, tetapi kalau bagi masyarakat pengembangan Rempang, terus mereka harus keluar dari Rempang dan mereka tidak mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih baik, ini pasti menjadi problem," paparnya.

Lebih jauh, Rosdiana menjelaskan permasalahan lahan jika kemudian telah selesai maka investor akan lebih tertarik untuk cepat melakukan investasi.

Pakar ekonomi dari Unika Atma Jaya Rosdiana Sijabat mendukung rencana Bahlil dalam pengembangan Pulau Rempang sebagai kawasan ekonomi baru.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News