Pakar: Penyesuaian Harga BBM demi Kemaslahatan Rakyat

Pakar: Penyesuaian Harga BBM demi Kemaslahatan Rakyat
Pengisian bahan bakar minyak di SPBU (ANTARA/HO Pertamina)

Oleh sebab itu, Sri Adiningsih beranggapan, keinginan pemerintah untuk menyesuaikan harga BBM tentu saja didasarkan banyak pertimbangan.

Menurutnya bukan sekadar menjaga stabilitas APBN, melainkan juga memacu kesejahteraan masyarakat (public spending), dan kesiapan dukungan anggaran bagi penyelesaian masalah lainnya.

Selanjutnya, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Marsudi Syuhud mengemukakan, penyesuaian harga BBM memiliki dua aspek yakni untuk kebaikan publik atau masyarakat dan negara sendiri.

Sasaran dari penyesuaian harga BBM adalah kemaslahatan dan kebaikan bagi rakyat, terutama yang paling membutuhkan. Sehingga BBM bersubsidi yang selama ini masih banyak digunakan konsumen yang tidak berhak dapat dihindari.

“Ini sesuai dengan ajaran agama Islam, yaitu mengutamakan kemaslahatan rakyat banyak," imbuh Marsudi.

Sementara itu, pengamat isu-isu strategis Imron Cotan menggaris-bawahi fakta bahwa pemerintah telah menggelontorkan ratusan triliun rupiah untuk penanganan pandemi Covid-19 agar dapat mengatasi krisis kesehatan dan ekonomi yang diakibatnya.

Sementara hasilnya sudah mulai dirasakan masyarakat, ternyata terjadi perang Rusia - Ukraina, yang telah memicu munculnya krisis energi dan pangan global, yang juga menjalar ke Indonesia. Imron mengungkapkan, kedua negara itu merupakan sumber ekspor gas dan minyak, termasuk pupuk ke Eropa yang menjadi salah-satu mesin pertumbuhan ekonomi dunia.

"Ketimpangan di Eropa tentu dirasakan bagian dunia lainnya," ujar Imron.

Langkah penyesuaian harga BBM bersubsidi memang tidak terelakkan, seperti yang terjadi juga di masa lalu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News